SERANG – Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Banten, Irjen Pol Hengki mengultimatum agar Pelabuhan Merak, Cilegon bebas dari praktik calo tiket kapal pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2026.
“Tiket meskipun sudah dijual melalui Ferizy ataupun online antisipasi betul (calo). Cek, tidak ada calo tiket,” kata Hengki saat memberikan arahan pada Rapat Kesiapan Operasi Lilin 2025, Kamis (4/12/2025).
Hengki mengaku telah mengetahui modus dan cara-cara licik para calo tiket kapal ro-ro di pelabuhan. Mereka memborong tiket, lalu dijual dengan harga lebih tinggi.
Hal itu diketahuinya karena pernah menjabat sebagai Kanit I Ditreskrim Polda Banten tahun 2007 dan Kapolres Lampung Selatan tahun 2014.
“Tidak ada yang borong-borong tiket elektronik. Nanti masyarakat susah mencari, akhirnya turun pelabuhan (terjadi kepadatan),” ujar dia.
Hengki mengintruksikan kepada jajaran Ditreskrimum Polda Banten untuk menindak pelaku percaloan, terutama pada puncaknya.
“Saya akan tangkap, kalau ada yang jual jual tiket, nyalo nyalo, tangkap, karena sudah jelas akan menyusahkan masyarakat,” tegas Hengki.
Pria lulusan Akpol 95 ini meminta calon pengguna jasa angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak untuk tidak membeli atau tergiur tawaran dari calo.
Apalagi, lanjut Hengki, PT ASDP Indonesia Ferry membuat program diskon tarif hingga 19 persen untuk layanan penyeberangan selama periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sehingga, Hengki meminta kepada PT ASDP melakukan sosialisasi secara masif melalui media sosial terkait program diskon tarif tersebut.
“Supaya masyarakat beli dengan online. Terus lakukan sosialisasi secara masif bagaimana cara beli online itu? Aplikasinya apa? Cara sederhananya bagaimana?,” tandas di.




















