SERANG – Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK), Deny Mardiono menyebut status GAK saat ini pada level II atau waspada.
“Saat ini, kondisinya dalam level 2 atau waspada. Bahwa masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius 2 km dari kawah aktifnya,” kata Deny melalui keterangan video yang diterima, Jumat (12/12/2025)
Dikatakan Deny, aktifitas GAK masih tergolong kondusif karena tidak mengeluarkan material atau
erupsi.
Deny menambahkan, gunung berapi yang berada di Selat Sunda ini terakhir erupsi pada 16 Desember 2023.
Meski demikian, Deny memastikan akan terus memantau aktivitas setiap harinya dengan mengupdate kondisi GAK melalui aplikasi Magma Indie sua dan media sosial.
“Masih kita pantau, kita amati, kita evaluasi, dan akan kita sampaikan ke masyarakat melalui aplikasi Magma Indonesia ataupun channel WA,” tandas Deny.
Berdasarkan pengamatan kegempaan dari Aplikasi Magma Indonesia pada Kamis (11/12/2024) terjadi 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 6-7 detik.
Kemudian, terjadi satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 6 detik.
Selanjutnya, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 31 mm, S-P 20 detik dan lama gempa 46 detik.
Sedangkan gempa tremor .enerus terjadi satu kali dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 2 mm.

















