SERANG – Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eli Susiyanti meminta kepada para pelaku wisata dan rumah makan untuk tidak melakukan aksi getok harga pada libur Nataru atau Natal dan Tahun Baru 2026.
“Anjuran pengelolaan destinasi wisata kesiapan dan standarisasi tiket masuk, transparan harga tiket parkir termasuk harga makanan,” kata Eli kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (3/12/2025).
Dijelaskan Eli, aturan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 11 Tahun 2025.
Untuk itu, Eli meminta para pengelola wisata dan rumah makan untuk mentaati nya dengan menampilkan harga tiket dan makanan.
Hal itu dilakukan, lanjut Eli, untuk mencegah tarif yang tidak wajar dan memastikan pengunjung merasa aman serta nyaman saat berlibur.
“Tahun 2025 diprediksi wisatawan akan meningkat dengan cepat. Kami ingin memastikan kunjungan wisatawan tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga membawa pengalaman yang berkesan.
Eli menargetkan jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru sebanyak 350.000 orang.
Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana jumlah kunjungan 251.507 orang wisawatan.
“Ini adalah menjadi baseline data kita di tahun 2025 ini. Mudah-mudahan isunya (getok) bisa kita kendalikan, kemudian peningkatan wisatawan di saat Nataru juga dapat kita tingkatkan,” kata Eli.
Untuk memberikan rasa aman, sebanyak 100 personil Balawista dan 150 orang elaborasi bersama Pokdarwis menjaga 49 titik destinasi terutama pantai.
“Kami tentu saja bergabung dan berkoordinasi dengan kepolisan, TNI, BMKG, BPBD, Basarnas, dan lain-lain sebagainya,” tandas dia
Wisata Pantai Dijaga
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Nasional, Ade Ervin mengatakan, sebanyak 100 personil terlatih bidang keselamatan dan 150 relawan akan ditempatkan di destinasi air pada periode Nataru.
“Kita siapkan dalam rencana libur natal tahun baru ini selain anggota, kita juga memberikan himbauan untuk meminimalisir informasi informasi negatif yang berkembang,” kata Ade.
Ade menyebut, titik rawan kecelakaan laut sudah dipetakan mulai dari kawasan Pantai Anyer, Cinangka, Carita, Tanjung Lesung, hingga ke Pantai Sawarna jadi daerah lawan ini memang kita lebih fokus di kawasan kawasan tersebut.
Selain itu, objek wisata buatan seperti kolam renang juga ditempatkan anggota bekerjasama dengan pengelola.
“Daerah terbuka daerah yang memang berhadapan dengan alam kan gitu nah kalau di kawasan wisata buatan,” ujar dia




















