SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Provinsi Banten sebanyak 412.710 orang.
Angka itu menempati Banten di peringkat ke empat dengan jumlah pengangguran terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025 angka angkatan kerja sebanyak 6,21 juta orang.
Dari angka itu, penduduk Banten yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 5,80 juta orang.
“Pengangguran sebesar 412.710 orang, atau mengalami penurunan 11.980 orang dibanding Februari 2024,” kata Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Banten, Adam Sofian dikutip melalui siaran langsung YouTube, Senin (5/5/2025).
Dikatakan Adam, dengan angka tersebut dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 7 orang penganggur.
Berdasarkan jenis kelamin, angka pengangguran laki-laki sebesar 6,65 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 6,63 persen.
Sedangkan Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan 6,65 persen lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan 6,62 persen.
Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi, lanjut Adam, tamatan Sekolah Menengah Pertama merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,35 persen.
Artinya, kata Adam, dari 100 orang angkatan kerja tamatan Sekolah Menengah Pertama, terdapat sekitar 9 orang penganggur.
Sementara TPT yang paling rendah adalah pada pendidikan Diploma I/II/III, yaitu
sebesar 2,03 persen.
“Masih didominasi oleh mereka-mereka yang menganggur atau mencari pekerja yang memiliki ijazah sekolah menengah pertama maupun atas, dan termasuk sekolah menengah kejuruan,” ujar Adam.
Menurut Adam, penyebab banyaknya pengangguran dari tamatan SMP, SMA, dan SMK karena mereka kalah bersaing di pasar tenaga kerja.
“Mereka (lulusan SMP, SMA dan SMK) harus bersaing dengan calon pekerja yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, persaingan lebih ketat,” kata Adam.

















