SERANG – Sejumlah Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) di Kota Serang, Banten diserbu masyarakat pada Selasa (31/3/2026) malam.
Antrean dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi per 1 April 2026.
Pantauan Kompas.com di SPBU 34.421.11 Jalan Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang terlihat antrean kendaraan roda dua maupun mobil panjang untuk menunggu giliran dilayani petugas untuk mengisi full tangki kendaraannya.
Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU 34.421.03, Jalan Yusuf Martadilaga, Cipare, Kota Serang.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau antre berbondong-bondong di SPBU untuk membeli bahan bakar minyak.
Andra memastikan, pemerintah tidak akan menaikan harga BBM subsidi dan non subsidi pada 1 April 2026.
“Mulai besok masih tetap berlaku harga yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu berbondong-bondong melakukan antrean di SPBU apalagi melakukan penimbunan BBM,” kata Andra Soni melalui keterangan tertulis di Kota Serang, Selasa (31/3/2026).
Menurut Andra, kebijakan tidak menaikan harga BBM tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Banten, khususnya di tengah dinamika kondisi global.
“Pemerintah Provinsi Banten mendukung kebijakan pemerintah pusat yang tidak menaikkan harga BBM. Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah pusat berdasarkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar dia.
Oleh sebab itu, Andra Soni sekali lagi meminta kepada masyarakat Banten untuk tidak terpengaruh pada isu yang berkembang mengenai kenaikan harga BBM pada 1 April 2026.
Andra berharap, melalui pernyataan pemerintah, masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, akurat, dan tidak perlu panik.




















