SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sebanyak 414.750 orang masih belum mendapatkan pekerjaan atau menganggur.
Angka itu diketahui berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) BPS pada Agustus 2024.
“Komposisi pada struktur ketenagakerjaan angkatan kerja di Banten 6,21 juta terdiri dari bekerja 5,8 juta dan 414,750 orang pengangguran,” kata Kepala BPS Banten Faizal Anwar dikutip dari siaran kanal Youtube BPS Banten, Rabu (6/11/2024).
Faizal menerangkan, dibandingkan Agustus 2023, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 247,590 orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 281,270 orang.
Sedangkan angka pengangguran berkurang sebanyak 33,680 ribu orang.
Faizal menyebut, tingkat pengangguran terbuka (TPT) hasil Sakernas Agustus 2024 sebesar 6,68 persen.
Hal ini, lanjut Faizal, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 6–7 orang penganggur.
Selama enam tahun terakhir, terjadi kenaikan TPT saat awal pandemi Covid-19 (Agustus 2020), kemudian TPT
menunjukkan tren menurun hingga Agustus 2024.
“Pada Agustus 2024, TPT mengalami penurunan sebesar 0,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2023,” ujar Faizal.
Sedangkan dilihat menurut jenis kelamin, TPT laki-laki sebesar 6,38 persen, lebih rendah dibanding TPT perempuan yang sebesar 7,20 persen.
TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,72 persen poin dan 1,08 persen poin jika dibandingkan Agustus 2023.
Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, kata Faizal, TPT perkotaan 6,66 persen lebih rendah dibandingkan TPT di daerah perdesaan 6,74 persen.
Dibandingkan Agustus 2023, TPT
perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,52 persen poin dan 1,81 persen poin.
Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan mempunyai pola yang hampir sama dari Agustus 2019 sampai dengan Agustus 2024.
“TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,58 persen,” kata dia.
Berdasarkan data, TPT Provinsi Banten menduduki peringkat kedua setelah Provinsi Jawa Barat dengan 6,75 persen.
Berikut lima Provinsi dengan jumlah TPT terbanyak di Indonesia.
1. Jawa Barat 6,75 persen
2. Banten 6,68 persen
3. Papua Barat Daya 6,48 persen
4. Papua 6,48 persen
5. Kepulauan Riau 6,39 persen

















