SERANG – Wilayah Banten Utara memiliki andil besar bagi komponen perekonomian di Provinsi Banten.
Enam daerah yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel berkontribusi sebesar 91,5 persen bagi perekonomian d tanah para jawara.
“Pembentuk perekonomian Banten sebagian besar berasal dari Banten daerah utara sebesar 91,5 persen yang memiliki kawasan industri padat modal, serta kawasan perdagangan dan perumahan,” ujar Kepala BI Banten Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa kepada wartawan pada Forum Ekonomi Banten, Selasa (9/12/2025).
Sedangkan kawasan Banten Selatan yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang hanya menyumbang kontribusi kepada pembentukan perekonomian Provinsi Banten sebesar 8,5 persen.
Dikatakan Ameriza, dari sisi investasi sebagai komponen penting dalam perekonomian, disparitas Banten Utara dengan Banten Selatan juga cukup tinggi.
Pada Januari-September 2025 nilai investasi total di Banten mencapai Rp91,6 triliun yang terutama dikontribusi dari Banten Utara pangsa 98,1 persen.
“Banten Selatan dengan pangsa 1,9 persen dari total investasi di Banten,” ujar dia.
Menurut Ameriza, meski wilayah Banten Selatan kaya akan potensi dan sumber daya, namun masih menghadapi tantangan struktural.
Ia menyebut adanya keterbatasan ketersediaan infrastruktur seperti aksesibilitas, konektivitas, utilitas dan fasilitas publik.
Kemudian masih tingginya angka pengangguran, dan Banten Selatan memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi, serta belum optimalnya kerjasama pemerintah dan badan usaha.
Disamping itu, lanjut Ameriza,masih terdapat permasalahan sosial ekonomi dan isu strategis Provinsi Banten yang perlu diperhatikan kedepannya.
“Masih cukup tingginya nilai Incremental Capital Output Ratio Banten yaitu sebesar 6.79, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 6.49 pada 2024,” kata dia.
Hal itu, tambah Ameriza, menunjukkan bahwa meski realisasi investasi meningkat, namun belum cukup efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tingkat kemiskinan yang cukup tinggi khususnya di Banten Selatan, pada 2024 tingkat kemiskinan di Pandeglang dan Lebak tercatat 9.18% dan 8.14% lebih tinggi dari Provinsi Banten sebesar 5.70%.
Dikatakan Ameriza, Pemerintah Daerah telah memiliki rencana pengembangan dan pembangunan wilayah Banten Selatan melalui Wilayah Kerja Pembangunan
(WKP) I-III di Banten.
Namun, rencana pengembangan wilayah Banten Selatan butuh sinergi pembangunan khususnya terkait infrastruktur yang dapat mendorong investasi dan belum adanya strategi quick wins.
“Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan ekonomi dan pendekatan yang komprehensif untuk menjadikan Banten Wilayah Selatan sebagai pusat
pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menopang perekonomian Provinsi Banten
secara keseluruhan,” tandas dia.




















