TANGERANG — Penutupan akses jalan utama menuju Kompleks Bermis Asri di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, oleh pihak pengembang memicu aksi protes warga.
Warga yang kesal membongkar paksa pagar pembatas dan material penutup jalan yang dipasang kontraktor dari PT Citra Garden Asri.
Aksi tersebut terjadi karena warga menilai pengembang menutup jalan secara sepihak.
Jalan tersebut selama lebih dari 30 tahun menjadi akses utama ribuan warga dan disebut sebagai fasilitas umum yang sebelumnya dimiliki oleh PT BBN.
Selain kehilangan akses mobilitas, warga juga mengaku terdampak banjir akibat proyek pembangunan ruko yang dilakukan pengembang di dekat area permukiman.
“Tetep jalan ini kita minta tetap dibuka, banjir dampaknya. Anak sekolah, yang mau jualan pada terhambat. Ini akses utama sudah kita gunakan 37 tahun”. ujar Lely, salah satu warga yang ikut berunjuk rasa, Selasa (2/12/2025).
Kuasa hukum warga dari law firm sembilan bintang, Randi Hadinata, menegaskan bahwa penutupan jalan tidak memiliki dasar hukum dan dinilai sebagai bentuk perampasan fasilitas publik.
“Pembangunan tidak transparan, tidak nunjukin ijin, sehingga masyarakat sampai hari ini tidak mengerti apa yang menjadi legitimasi pengembang bangun disini,”
“Kemarin kami minta dinas dan Pemkab tunjukan ijin, mereka kami menilai produk izin itu memiliki kecacatan hukum. Yang seharusnya mereka mendapat persetujuan masyarakat disini, tetapi sampai hari ini masyarakat menolak tegas. Jalan utama tetap dibuka”. tegasnya.
Sementara Upaya mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Tangerang sempat berjalan tegang dan diwarnai adu mulut, terutama ketika perwakilan kontraktor mencoba mengintervensi penjelasan warga.
Camat Cisauk, Hendarto, menyebut bahwa pemerintah daerah masih berupaya melakukan penyelesaian agar kedua pihak mencapai kesepakatan yang adil.
“Kami berharap semua pihak menahan diri dan menunggu hasil keputusan resmi,” ujarnya.
Sementara warga tetap bersikeras menuntut agar akses jalan tidak dicaplok pengembang dan segera dibuka kembali, mengingat vitalnya jalur tersebut bagi aktivitas warga.




















