SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mengaku sudah tidak menggunakan pengawalan meski mendapatkan fasilitasnya.
Pantauan jurnalis, mobil GWM Tank 500 berwana putih dengan pelat nomor polisi A 1 melaju di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani tanpa pengawalan mobil dari Polri maupun Dishub.
Tidak ada lampu strobo, sirene, maupun rotator yang terpasang di mobil pribadinya yang dijadikan mobil dinas tersebut.
“Memang dari dulu, dari jaman menjabat Ketua DPRD, Saya juga engga (pakai patwal, sirene, Strobo), kecuali yang sifatnya mendesak,” kata Andra saat dihubungi melalui telepon, Senin (22/9/2025).
“Saya pribadi, dalam konteks dalam daerah lokal (wilayah Banten), Insya Allah selama tidak diperlukan saya tidak akan gunakan (pengawalan). Walaupun fasilitas itu ada,” sambung Andra.
Andra mengaku terganggu dengan suara bising dari lampu strobo dan sirine Tut Tut Wok Wok saat berada di dalam mobilnya.
Sehingga, Ia ingin nyaman tanpa mendengar suara mengganggu, sekaligus menghargai pengguna jalan yang lain.
“Yang pernah saya alami sebagai bukan pejabat, ya terganggu lah. Kita di dalam (mobil) juga terganggu, berisik,”
Andra juga meminta kepada masyarakat Banten agar tidak menggunakan strobo maupun sirene yang dapat menganggu kenyamanan dan ketertiban di jalan raya.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk yang tidak berhak menggunakan untuk tidak menggunakan, karena itu menganggu ketertiban, menganggu kenyamanan masyarakat,” tandas dia.
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, penggunaan suara sirene tersebut untuk sementara dihentikan.
“Sementara kita bekukan. Semoga tidak usah harus pakai ‘tot tot’ lagi lah. Setuju ya?” ujar Agus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025).
Agus menambahkan, kebijakan ini dikeluarkan karena masyarakat kerap merasa terganggu, terutama di tengah kepadatan lalu lintas.
“Saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu, apalagi (saat lalu lintas) padat,” ucapnya.

















