SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mengaku prihatin dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dua pabrik sepatu di Kabupaten Tangerang.
Andra akan memberikan bantuan insentif bagi karyawan yang terdampak.
“Kita turut prihatin dan kita berupaya mendata dan kemudian memberikan insentif-insentif kepada kawan-kawan kita yang sedang mengalami masalah PHK,” kata Andra Soni kepada wartawan di Puskesmas Curug, Jumat.
Andra akan berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja Kabupaten/Kota termasuk dengan Kementerian untuk meringankan beban dengan memberi bantuan.
Selain itu, program bantuan lainnya yang sudah dipersiapkan sekolah gratis untuk anak para korban PHK.
“Pertama pasti bantuan sosialnya, dan kemudian khusus pendidikan, bulan juni ini program sekolah gratis pemerintah provinsi banten akan segera dilaksanakan mudah mudahan bisa (meringankan),” ujar dia.
Selain itu, Pemprov Banten juga sedang mengajak investor segera membangun industri padat karya untuk mengurangi angka pengangguran di daerahnya.
“Kemudian kita sedang mendorong komitmen-komitmen investasi di provinsi Banten bisa terealisasi, agar bisa menyerap tenaga kerja,” kata Andra.
Menurut mantan Ketua DPRD Banten ini, dua pabrik mengurangi karyawan karena dampak dari kondisi ekonomi global.
Sehingga, semua pihak harus lebih kreatif guna menumbuh kembangkan ekonomi, dan membuat daya beli masyarakat meningkat.
“Kita bersama Kota Serang juga punya komitmen investasi dari beberapa calon investor dan semoga bisa menyerap tenaga kerja,” tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, dua perusahaan sepatu olahraga di Kabupaten Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi.
Keduanya yakni PT Adis Dimension Footwear telah melakukan PHK terhadap 1.500 karyawannya, sementara PT Victory Ching Luh sedang dalam proses PHK terhadap 2.000 karyawan.

















