SERANG – Cuaca buruk yang terjadi di Selat Sunda menyebabkan proses bongkar muat di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten terganggu.
Menghindari kepadatan dan antrian, pengguna jasa terutama kendaraan besar atau truk diminta untuk menunda perjalanan atau beristirahat di rest area.
“Mengurangi antrian panjang di Pelabuhan, Kami harap agar sementara waktu masyarakat menepi dan beristirahat di rest area KM 43 atau KM 68 (tol Tangerang-Merak arah Pelabuhan),” kata Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/12/2024).
Saat ini, kata Didik pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak terganggu karena adanya peringatan dari BMKG.
Didik menyampaikan, BMKG telah mengeluarkan peringatan Dini (PD3) AWAS pada pukul 10.30 WIB karena angin k encang dengan kecepatan 25 – 32 knots dari arah barat daya.
Selain itu, terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian gelombang mencapai 2,0 – 3,0 meter.
“Kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang dapat berubah-ubah,” ujar dia.
Atur Perjalanan
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan,pentingnya perencanaan perjalanan yang matang demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Untum itu, masyarakat yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak agar merencanakan perjalanan dengan baik.
“Hindari jam-jam sibuk dan atur waktu perjalanan sehingga tepat waktu tiba pelabuhan,” kata Shelvy.
Kemudian, Shelvy memohon pengertian seluruh pengguna jasa, dan agar tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, Shelvy juga meminta calon pengguna jasa memantau informasi terkini cuaca dan kondisi pelabuhan melalui kanal resmi ASDP dan layanan pelanggan.
“Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua stakeholder untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal, meski di tengah tantangan cuaca ekstrem,” ujar dia.




















