SERANG – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menantang lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten untuk mengabdi membangun desa.
Hal itu disampaikan Yandri saat menyampaikan orasi ilmiah di acara Wisuda Gelombang VI tahun 2024 di Kampus Untirta, Sindangsari, Serang, Minggu (17/11/2024).
“Saya tantang wisudawan ayok kembali ke desa, desa di Banten punya banyak sekali potensinya. Mari membangun desa, bangun Indonesia,” kata Yandri dihadapan wisudawan 703 orang.
Yandri meminta, setelah lulus dari Untirta, para sarjana muda jangan langsung mencari pekerjaan di Kota.
Justru, kata Yandri, di desa bisa dijadikan ladang pengabdian untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Apalagi, lanjut Yandri, setiap desa di Indonesia memiliki potensi untuk dijadikan peluang usaha seperti menciptakan desa wisata, agro wisata, dan sebagainya
“Makanya saya mengajak kepada wisudawan agar tidak melulu melamar pekerjaan. Tetapi, bisa menciptakan lapangan kerja. Apalagi di desa mempunyai badan usaha,” ujar Yandri didampingi Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid.
Yandri mendapatkan informasi, bahwa menjadi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) gajinya bisa mencapai Rp5 sampai Rp10 juta per bulan dan menyerap tenaga kerja sampai 20 orang setiap desa.
“Jadi jangan ada keraguan, malu, dan minder. Karena, secara insting sarjana itu minder kalau tinggal di desa malu, lebih baik menganggur tetapi di kota,” sambung Yandri.
Mantan Wakil MPR RI itu menambahkan, program makan bergizi gratis Presiden Prabowo Subianto membutuhkan bahan baku yang disuplai dari desa.
Hal itu yang menjadi peluang Desa di Banten menjadi penyuplai bahan baku seperti cabai, tomat, telur, ikan, ayam dan lainnya.
“Di Banten potensi penyuplai bahan baku makan siang bergizi, karena subur sekali. Bisa dibuat desa tomat, cabai, nila, telur, dan ayam kira-kira seperti itu,” tandas Yandri.

















