SERANG – Pemerintah Kota Serang, Banten melarang siswa dan tenaga pendidik Paud hingga SMP menyelenggarakan kegiatan karyawisata atau “study tour” dan wisuda.
Larangan itu tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: 100/05-Pemt/SE/III/2025 yang ditandatangani Wali Kota Serang Budi Rustandi pada 3 Maret 2025.
“Tidak melaksanakan kegiatan study tour bagi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan,” tulis surat edaran tersebut yang dilihat Kompas.com.
Selain study tour, dalam poin kedua di surat edaran Pemkot Serang melarang sekolah melaksanakan kegiatan seremonial perpisahan/pelepasan/wisuda lulusan di luar lingkungan sekolah yang membebani biaya kepada orang tua/wali murid;
Kemudian, tertuang larangan sekolah tidak menahan ijazah siswa/siswi lulusan dengan alasan apapun.
Poin selanjutnya, sekolah tidak memungut uang bangunan, uang seragam dan uang buku tertentu serta iuran dalam bentuk apapun dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB);
“Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta melaporkan pelaksanaannya kepada Wali Kota Serang melalui Sekretaris Daerah,” sebut di poin kelima surat edaran.
Wali Kota Serang Budi Rustandi membenarkan telah menerbitkan surat edaran tersebut.
Dikatakan Budi, larangan study tour dan wisuda bagi siswa dan tenaga pendidik menindaklanjuti adanya instruksi Nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi dan tidak ingin membebani orangtua.
Sebab, saat ini kondisi ekonomi lagi rendah.
Jikapun ada study tour, Budi meminta melaksanakan di dalam Provinsi Banten saja dan wisuda digelar di sekolah.
“Antisipasi tidak ada lagi wali murid untuk bayar ini bayar itu. Kalau pun mengadakan dalam Provinsi tanpa ada beban orangtua baik itu study tour, wisuda,” kata Budi di SMPN 10 Kota Serang, Senin (10/3/2025).
Budi menegaskan, jika ada sekolah yang membandel kepala sekolah akan dipecat jika terbukti melanggar.
“Ganti,” tegas Budi.
Sebelumnya, Pemprov Banten sudah terlebih dahulu mengeluarkan surat edaran larangan study tour ke luar Provinsi Banten.
Adapun pertimbangannya karena faktor cuaca, dan juga kondisi ekonomi saat ini.

















